Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar

 

Kurikulum Merdeka
Sumber: canva.com


Tujuan Pendidikan Nasional RI 

Merujuk UU No. 20 Tahun 2003 : Sisdiknas


Bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.


Hasil Evaluasi nasional terhadap output Sekolah (Lembaga Pendidikan)


1 Kemampuan memahami isi teks/bacaan rendah
2 Kemampuan berhitung/matematika rendah
3 Kompetensi skill rendah
4 Kesenjangan kualitas antar berbagai wilayah 
5 Karakter belum sesuai harapan
6 Pandemi menimbulkan kehilangan pembelajaran


Kurikulum Merdeka 

(Kemendikbudristekdikti, 2022)


Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana
konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik.


Tujuan Akhir Implementasi Kurikulum Merdeka : Terwujudnya Pelajar Pancasila


6 Karakteristik Pelajar Pancasila

Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia
Mandiri
Bernalar Kritis
Berkebinekaan Global
Bergotong Royong
Kreatif


Karakteristik Kurikulum Merdeka 


1. Pembelajaran berbasis projek untuk pengembangan soft skills dan karakter
2. Fokus pembelajaran pada materi esensial akan membuat pembelajaran lebih mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi
3. Guru memiliki fleksibilitas untuk melakukan pembelajaran berdiferensiasi sesuai kemampuan siswa dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal. 


Esensi kurikulum merdeka belajar


1) Penyederhanaan konten pembelajaran yang berfokus pada materi esensial (simple content-based learning), 
2) Pembelajaran yang berbasis pada proyek yang kolaboratif, aplikatif dan multi-disipliner (project-based learning), dan
3) Fleksibilitas dan penyelarasan (flexibility and fluidity) dalam penetapan capaian pembelajaran (CP) dan pengaturan jam pelajaran melalui Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP)


7 Komponen Kurikulum Merdeka


1) Struktur Kurikulum
2) Capaian Pembelajaran
3) Pembelajaran Tematik
4) Jam Pelajaran
5) Pembelajaran Kolaboratif
6) Pembelajaran Informatika
7) Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam
Sosial


Tiga Pilihan Implementasi Kurikulum Merdeka Jalur Mandiri


Satuan pendidikan menentukan pilihan berdasarkan angket kesiapan implementasi kurikulum merdeka yang mengukur kesiapan guru dan tenaga kependidikan. Tidak ada pilihan yang paling benar, yang ada pilihan yang paling sesuai kesiapan satuan pendidikan. Semakin sesuai maka semakin efektif implementasi kurikulum merdeka.

Pilihan 1: Mandiri Belajar

Menerapkan beberapa bagian dan prinsip Kurikulum Merdeka, tanpa mengganti kurikulum satuan pendidikan yang sedang diterapkan. 

Pilihan 2: Mandiri Berubah

Menerapkan Kurikulum Merdeka menggunakan perangkat ajar yang sudah disediakan pada satuan pendidikan PAUD, kelas 1, 4, 7, dan 10.

Pilihan 3: Mandiri Berbagi

Menerapkan Kurikulum Merdeka dengan mengemnbangkan sendiri berbagai perangkat ajar di satuan pendidikan PAUD, kelas 1, 4, 7, dan 10. 


Satuan pendidikan dapat mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara bertahap sesuai kesiapan masing-masing

Sejak Tahun Ajaran 2021/2022 Kurikulum Merdeka telah diimplementasikan di hampir 2500 sekolah yang mengikuti Program Sekolah Penggerak (PSP) dan 901 SMA Pusat Unggulan (SMK PK) sebagai bagian dari pembelajaran dengan paradigma baru. 

Kurikulum ini diterapkan mulai dari TK-B, SD & SDLB kelas 1 dan IV, SMP & SMPLB kelas VII, SMA & SMALB dan SMK kelas X.

Mulai Tahun Ajaran 2022/2023 satuan pendidikan dapat memilih untuk mengimplementasikan kurikulum berdasarkan kesiapan masing-masing mulai TK B, kelas 1, IV, VII, dan X.

Pemerintah menyiapkan angket untuk membantu satuan pendidikan menilai tahap kesiapan dirinya untuk menggunakan Kurikulum Merdeka. 


3 Keunggulan Kurikulum Merdeka


1. Lebih Sederhana dan Mendalam

Fokus pada materi yang esensial dan pengembangan kompetensi peserta didik pada fasenya. Belajar menjadi lebih mendalam, bermakna, tidak terburu-buru dan menyenangkan.

2. Lebih Merdeka

Peserta didik    : Tidak ada program peminatan di SMA, peserta didik memilih mata pelajaran sesuai                             minat, bakat, dan aspirasinya.
Guru                : Guru mengajar sesuai tahap capaian dan perkembangan peserta didik.
Sekolah            : Memiliki wewenang untuk mengembangkan dan mengelola kurikulum dan                                            pembelajaran sesuai dengan kakarteristik satuan pendidikan dan peserta didik. 

3. Lebih Relevan dan Interaktif

Pembelajaran melalui kegiatan projek memberikan kesempatan lebih luas kepada peserta didik untuk secara aktif mengeksplorasi isu-isu aktual misalnya isu lingkungan, kesehatan, dan lainnya untuk mendukung pengembangan karakter dan kompetensi profil pelajar pancasila. 


Standar Kompetensi Lulusan
Sekolah


Kriteria minimal tentang kesatuan sikap, ketrampilan, dan pengetahuan yang menunjukkan capaian kemampuan Peserta Didik dari hasil pembelajarannya pada akhir Jenjang Pendidikan.


Penyesuaian Struktur Kurikulum


Kurikulum terdiri dari kegiatan intrakurikuler, projek penguatan profil penuntut ilmu, dan ekstrakurikuler. Alokasi jam pelajaran pada struktur kurikulum dituliskan secara total dalam satu tahun dan dilengkapi dengan saran alokasi jam pelajaran jika disampaikan secara reguler/mingguan


Penyusunan Capaian Pembelajaran
Per Mata Pelajaran


Capaian Pembelajaran (CP) merupakan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dirangkaikan sebagai satu kesatuan proses yang berkelanjutan sehingga membangun kompetensi yang utuh dari suatu mata pelajaran



Post a Comment for "Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar"